Feb 22 2013

“Merasakan” Mata Kuliah Departemen Pertama

Masih teringat satu tahun lalu, di semester 2 tingkat TPB, beberapa teman-teman di asrama dari beberapa departemen sudah mulai mendapatkan mata kuliah pertama dari departemennya masing-masing. Seperti teman-teman dari departemen Agribisnis sudah mendapatkan mata kuliah Dasar-dasar Bisnis, teman-teman dari Teknologi Hasil Perairan sudah mendapatkan mata kuliah Ikhtiologi dan teman-teman dari Komunikasi Pengembangan Masyarakat sudah mendapatkan mata kuliah Dasar-dasar Komunikasi. Sedangkan saat itu saya dan teman-teman dari Biokimia yang lain “hanya” mendapatkan mata kuliah Kimia Dasar II. Hingga timbul pertanyaan: “Kok kita gak dapet sih? Anak FKH aja dapet Biokimia Umum…”

Begitupun ketika menginjak semester 3 tingkat departemen. Bahkan semua mata kuliah adalah interdept! Di saat teman-teman dari departemen lain sudah sangat “mengenal” mayornya karena mungkin di semester 3 semua mata kuliahnya merupakan mayor. Anak-anak Biokimia masih harus berkutat dengan mata semua mata kuliah departemen. Interdept-interdept tersebut adalah Kimia Fisik dan Kimia Organik yang berasal dari Kimia serta Genetika Dasar dan Mikrobiologi Dasar yang berasal dari Biologi. Ditambah ada dua lagi, yaitu Biofisika Umum dari Fisika dan Metode Statistika dari Statistika. Hingga timbul pertanyaan: “Kapan belajar matkul mayornya? Kok interdept semua?”

Taraaaa… Semua jawaban itu terjawab setelah masuk semester 4 dan “merasakan” sensasi masuk departemen di semester 4, yaitu setelah mendapatkan mata kuliah Struktur dan Fungsi Subseluler (SFS). Struktur dan Fungsi Subseluler secara umum merupakan mata kuliah yang menjadi “ruh” Biokimia karena menjadi dasar sebelum menginjak mata kuliah mayor lain yang lebih jauh. SFS terkait erat dengan ilmu kimia dan ilmu biologi. Analoginya, ilmu kimia mempelajari materi yang berupa unsur-unsur dan ilmu biologi mempelajari segala macam sifat biologis semua makhluk hidup termasuk organel-organel sel di dalamnya. Nah, ilmu biokimia itu mencakup keduanya. Bayangkan, organel-organel dalam tubuh diibaratkan sebagai unsur-unsur kimia yang ingin kita pelajari. Tentunya, ilmu mengenai organel-organel itu sendiri harus diperoleh dari ilmu biologi. Semua ini akan menghasilkan pemahaman mengenai segala macam reaksi kimiawi yang terjadi dalam organel-organel makhluk hidup.

Nah, setelah terombang-ambing dalam keabuan-abuan selama 3 semester di IPB (#Eaaaaa…). Kini sudah “get point” untuk menghadapi semester-semester berikutnya di IPB. Insya Allah bisa semakin semangat belajar hal-hal baru lainnya di departemen Biokimia. Amin…546115_339398036153996_1509260880_n

Semangat Biokim 48…..!!! :D

No responses yet

Sep 29 2011

Nugget Tayashi, Trend Baru Makanan Khas Bogor

Published by under IPB

Rich, Richie; Septianita, Dita Adi; Fasikhatun, Tsani; Handayani, Arini. 2010.Nugget Tayashi, Trend Baru Makanan Khas Bogor.Bogor:Institut Pertanian Bogor.

(Sumber: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/44468)

No responses yet

Sep 29 2011

Hello world!

Published by under Uncategorized

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

One response so far